Batam, Inibatam – Kabar tentang dugaan keterlibatan oknum Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam demo rusuh Rempang mengemuka setelah Wali Kota Batam, HM Rudi, mengungkapkan bahwa ia telah menerima informasi dari keluarga warga yang saat itu ditahan dalam demo tersebut.
Namun, penyelidikan yang tengah berlangsung belum memberikan kepastian terkait peran oknum tersebut dalam insiden tersebut.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, menjelaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian belum dapat memberikan pernyataan pasti mengenai dugaan keterlibatan oknum Pemprov Kepri dalam kerusuhan tersebut.
Dalam keterangannya, Senin (6/11/2023), Kombes Nugroho menyatakan, “Saya belum bisa menyampaikan. Masih didalami penyidik. Kan tersangkanya masih di dalam. Ya masih kita dalami. Kalau ada perkembangan, kita sampaikan.”
Sebelumnya, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, HM Rudi, telah mengungkapkan bahwa ia mendapatkan informasi tentang keterlibatan oknum Pemprov Kepri dari keluarga warga yang ditahan dalam demo Rempang.
“Saya tahu karena keluarganya datang pada saya. Pak tolong lepaskanlah suami kami ditahan di Polres, demo dulu. Mereka bilang tinggal di Pinang, di Daek Lingga. Hanya 8 orang Rempang yang lainnya bukan. Saya bilang minta tolong kepada yang nyuruh kamu,” ucap Rudi.
Rudi menegaskan bahwa ia akan mengungkapkan informasi lebih lanjut ketika keluarga yang ditahan sudah dibebaskan.
Pernyataan Wali Kota Batam ini disampaikan saat pembukaan kegiatan Pelatihan Digital IKM dan UKM di Harmoni One, Batam Center, pada Senin, 30 Oktober 2023.
Pernyataan Rudi itu telah memicu respons dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Gubernur meminta Wali Kota Rudi untuk bertanggung jawab atas ucapannya.
Kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat menantikan hasil penyelidikan resmi yang dapat memberikan kejelasan terkait dugaan keterlibatan oknum Pemprov Kepri dalam insiden kerusuhan demo Rempang.