Pasca-Mubes PKNTT Batam 2026, Simon Payung Masan Serukan Roh Golugapu: Menang Tanpa Merendahkan, Mengalah Tanpa Kehilangan Kehormatan

Simon Payung Masan mengajak dua kandidat asal Alor kembali bersatu dan menjaga persaudaraan usai Mubes PKNTT Batam 2026.

Inibatam, Batam — Musyawarah Besar (Mubes) Paguyuban Keluarga NTT (PKNTT) Kota Batam periode 2026–2031 yang digelar pada Sabtu (12/9/2026) resmi menetapkan M. Agung Teibang sebagai Ketua Umum terpilih. Proses pemilihan tersebut diwarnai peristiwa tidak terduga, di mana pemungutan suara yang semula diikuti oleh tiga calon kandidat akhirnya berlangsung dengan dua kandidat tersisa setelah satu calon dilarikan ke rumah sakit.

​Mubes yang melibatkan perwakilan dari 22 paguyuban di bawah naungan PKNTT Batam tersebut awalnya mengusung tiga kandidat, yaitu satu calon dari Kabupaten Ende dan dua calon dari Himpunan Masyarakat Kabupaten Alor (HIMKA/Alor). Namun, menjelang proses pemilihan dimulai, kandidat dari Kabupaten Ende tiba-tiba jatuh sakit sehingga harus segera mendapatkan pertolongan medis.

​Atas keputusan forum Mubes, proses pemilihan disepakati untuk tetap dilanjutkan dengan dua kandidat yang tersisa. Menariknya, kedua kandidat tersebut—termasuk M. Agung Teibang yang akhirnya terpilih—sama-sama berasal dari paguyuban yang sama dan menjabat sebagai pengurus dalam HIMKA/Alor Kota Batam.

​Menanggapi dinamika pemilihan tersebut, salah seorang tokoh senior yang dituakan di lingkungan masyarakat NTT Batam, Simon Payung Masan, memberikan catatan khusus. Ia menekankan pentingnya merawat persaudaraan pascamusyawarah dengan mengusung nilai filsafat adat Alor yang dikenal sebagai Golugapu.

Baca Juga  PLN Batam Rayakan HUT ke-23 dengan Promo Diskon Tambah Daya

​Menurut Simon, Golugapu bukan sekadar ungkapan tradisional, melainkan sebuah roh persaudaraan dan kebesaran hati dalam memandang makna kepemimpinan.

​”Menjadi pemimpin bukan hanya soal memperoleh kedudukan, melainkan juga tentang bagaimana seseorang menjaga persaudaraan, kehormatan, dan kepentingan yang lebih besar,” ujar Simon Payung Masan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9/2026).

​Meskipun mekanisme organisasi telah selesai dan hasilnya harus dihormati, Simon berharap kedua kandidat asal Alor yang telah berkompetisi dapat kembali bersatu demi keutuhan Rumah Besar PKNTT Batam.

​”Mubes telah selesai. Mekanisme organisasi telah dijalankan dan hasilnya tentu harus kita hormati. Namun, alangkah indahnya apabila kedua saudara kita yang telah berkompetisi ini dapat kembali duduk bersama dan berbicara dari hati ke hati dalam roh Golugapu,” tutur Simon.

​Ia menambahkan, pembicaraan dari hati ke hati tersebut sebaiknya dilakukan tanpa melihat status menang atau kalah, melainkan sebagai sesama tokoh yang memiliki tanggung jawab moral terhadap organisasi.

Baca Juga  Tiktokers Satria Mahathir Nyesal Usai Aniaya Anak Anggota DPRD Kepri, Ternyata Fansnya

​”Duduk bukan lagi sebagai pihak yang menang dan pihak yang kalah. Duduklah sebagai dua saudara, dua putra Alor, dan dua tokoh yang sama-sama mempunyai tanggung jawab terhadap Rumah Besar PKNTT Batam,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Simon menyampaikan bahwa jika dari dialog tersebut lahir kesepakatan luhur—seperti kesediaan untuk saling memberi ruang, mengalihkan kepercayaan kepemimpinan, atau berbagi tanggung jawab—keputusan tersebut harus murni lahir dari kebesaran hati kedua pihak tanpa tekanan, serta tetap berada dalam koridor organisasi.

​”Bagaimana kalau sejarah Mubes PKNTT Batam 2026 kelak bukan hanya dikenang karena siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan karena lahirnya sebuah teladan tentang persaudaraan? Menang tanpa merendahkan, mengalah tanpa kehilangan kehormatan, serta berbeda pilihan tanpa kehilangan persaudaraan,” pungkas Simon.

​Momentum Mubes PKNTT Batam 2026 ini diharapkan menjadi catatan sejarah yang tidak hanya unik secara proses, tetapi juga meninggalkan keteladanan yang bernilai tinggi bagi generasi penerus masyarakat NTT di Kota Batam.(*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *