Inibatam, Batam – Bekerja dari coffee shop atau work from cafe (WFC) kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Suasana yang lebih santai, aroma kopi yang khas, hingga alunan musik dipercaya mampu meningkatkan fokus dan memunculkan ide-ide segar.
Namun di balik tren tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kebiasaan ngopi sambil bekerja tidak malah berdampak buruk bagi kesehatan.
Kafein memang dikenal mampu meningkatkan konsentrasi dan membuat tubuh lebih waspada. Karena itu, secangkir kopi sering menjadi “penyelamat” saat dikejar deadline. Meski begitu, konsumsi berlebihan justru bisa memicu jantung berdebar, tangan gemetar, hingga rasa cemas yang berlebihan.
Masalah lain yang sering luput dari perhatian adalah kebiasaan melewatkan jam makan. Tak sedikit orang yang hanya mengandalkan kopi sebagai sumber energi saat bekerja. Padahal, minum kopi saat perut kosong dapat meningkatkan produksi asam lambung dan berisiko memicu maag maupun GERD.
Bukan hanya soal kopi, posisi duduk saat bekerja di kafe juga perlu diperhatikan. Kursi dan meja di coffee shop umumnya tidak dirancang untuk bekerja selama berjam-jam. Duduk membungkuk terlalu lama dapat menyebabkan pegal di leher, nyeri punggung, hingga sakit kepala.
Selain itu, terlalu sering menikmati kopi hingga sore atau malam hari juga bisa mengganggu kualitas tidur. Kandungan kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih sulit terlelap.
Agar tetap nyaman bekerja di coffee shop, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan. Pilih kopi dengan sedikit gula, imbangi setiap secangkir kopi dengan segelas air putih, batasi konsumsi maksimal sekitar tiga hingga empat cangkir kopi hitam per hari, dan sempatkan berdiri atau melakukan peregangan setiap 30 menit.
Jadi, ngopi sambil kerja sebenarnya tetap aman dan bisa membantu meningkatkan produktivitas. Kuncinya adalah tidak berlebihan serta tetap menjaga pola makan, hidrasi, dan waktu istirahat agar tubuh tetap sehat meski sering WFC.(*)









